PELAYARAN PERTAMA SABUK NUSANTARA DI KAMPUNG LOBO

 PELAYARAN PERTAMA SABUK NUSANTARA DI KAMPUNG LOBO

Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa, S.Sos M.H dan SEKDA Rita Teurupun S.Sos beserta kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana menghadiri dan meresmikan pelayaran perdana kapal perintis KM. SABUK NUSANTARA di pelabuhan kampung Lobo pada selasa malam (08/01/2019).

Di kesempatan ini masyarakat kampung Lobo dan beberapa kampung lainnya yang berdekatan memadati pelabuhan, menari dan menyambut rombongan ABK kapal menuju tenda acara yang disediakan. Masyarakat sangat berharap dengan masuknya KM. SABUK NUSANTARA memberi dampak positif dalam hal Ekonomi dan akses Transportasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa, S.Sos M.H menerangkan dengan adanya kapal perintis KM. Sabuk Nusantara akan membuka pasar untuk hasil pertanian dan perikanan seperti pisang, pala, ikan dan lain sebagainya dimana selama ini masyarakat sangat terbebani dengan akses yang sangat sulit, karena harus menggunakan longboat dengan BBM yang cukup banyak dan daya angkut yang terbatas.

Wakil Bupati berpesan kepada masyarakat agar memanfaatkan momen ini dengan baik dan bisa bekerjasama dengan pihak kapal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ketika hendak sandar di pelabuhan kampung Lobo. Selanjutnya dalam wawancara bersama, Kepala Dinas Perhubungan Kaimana menjelaskan bahwa sandarnya KM. SABUK NUSANTARA di Kampung Lobo merupakan jawaban Pemerintah Pusat dan Propinsi atas surat yang di ajukan pada 2016 lalu.

Selanjutnya Kapal Perintis KM. SABUK NUSANTARA akan masuk dan sandar di pelabuhan Lobo sebanyak 2 kali dalam sebulan. Lalu kapal akan melanjutkan pelayaran menuju Timika, Pomako, Dobo, Kaimana dan beberapa kota lainnya.

Pada kesempatan ini, beliau juga memberi informasi bahwa tidak hanya KM. SABUK NUSANTARA saja yang akan memasuki pelabuhan Lobo, akan tetapi pada tanggal 17Januari 2019 nanti, akan sandar Kapal Feri KM. ERANA sehingga beliau mengaharapkan kerjasama masyarakat agar terlaksananya agenda ini dengan baik. Selanjutnya pemerintah daerah akan mengusahakan, tidak hanya Lobo, tetapi semua kampung yang memiliki fasilitas pelabuhan yang memadai agar bisa di lalui kapal Perintis maupun feri seperti Werifi di Distrik Etna, Kambala, dan Bayeda di Distrik Arguni.

Related post